Tugas Softskill Bahasa Inggris 3

0

TASK 3 : Placing Order Semi Block Style

 

 

Nama : Reza firdaus

Npm  : 15209006

Kelas  : 4EA13

 

PLACING ORDERS

 

BANDUNG CONTINENTAL HOTEL

Jln. Papandayan No 14

BANDUNG 20001

 

Your ref : BN/LG/14F

Our ref   :  WS/NC/2B

 

Mr. Reza Firdaus

Marketing Manager

Internasional Garment

Corporation of Indonesia

Jln. Panglima Polem Raya 21

SURABAYA 10012

 

Dear Mr. Reza Firdaus

 

Subject : Purchase order No. 326T

We have received your quotation of 4 april 2013 and as the prices quoted in your letter are satisfactory please arreange to delivery the following  goods as quickly as possible.

The goods that we order are as follow :

  1. Towels
  2. Blankets
  3. bed – covers
  4. napkins
  5. carpets

order form enclosed.

We shall pay for the goods by banker’s transfer 30 days from  receiving the goods the date of delivery.

We would grateful for your prompt delivery as the goods are urgently needed.

Yours Sincerely,

Reza Firdaus                                                                                                                               Marketing Manager

 

End :1

 

 

 

CONFIRMATION OF ORDER 

BANDUNG CONTINENTAL HOTEL

Jln. Papandayan No 14

BANDUNG 20001

 

Order Form

 

Date: 2 May, 2013

To:      Internasional Garment

Corporation Of Indonesia

Jln. Panglima polem Raya No 21

SURABAYA 10012

 

 

 

Purchase Order: No. 326T

 

No

Items

Number of Item

Catalogue Number

Price per Unit (Rp)

Total Price (Rp)

1

Towel

300

245 M

25,000.00

7500000

2

Blanket

200

176 T

30,000.00

6000000

3

Bed-cover

100

370 S

50,000.00

5000000

4

Napkin

300

192 R

8,000.00

2400000

5

Carpet

30

087 P

300,000.00

9000000

       

Total Value

29900000

Walter D.Spencer

Purchase Manager

 

business letter semi block style

0

 

CONFIRMATION OF ORDER 

 

INTERNATIONAL GARMENT CORPORATION OF INDONESIA

Jln. Panglima Polem Raya No. 21

Surabaya 10012

Order Form

 

Date: 2 May, 2013

To: Bandung Continental Hotel

14 Jln Papandayan

Bandung 20001

Jawa Barat

 

Purchase Order: No. 326T

 

No

Items

Number of Item

Catalogue Number

Price per Unit (Rp)

Total Price (Rp)

1

Towel

300

245 M

 25,000.00

  7,500,000

2

Blanket

200

176 T

 30,000.00

  6,000,000

3

Bed-cover

100

370 S

 50,000.00

  5,000,000

4

Napkin

300

192 R

    8,000.00

  2,400,000

5

Carpet

  30

087 P

300,000.00

  9,000,000

       

Total Value

29,900,000

Walter D.Spencer

Purchase Manager

PLACING ORDERS

INTERNATIONAL GARMENT CORPORATION OF INDONESIA

Jln. Panglima Polem Raya No. 21

Surabaya 10012

 

 

 

Ref:SS /MM/14F

Our ref: WS/NC/2B

 

2nd May, 2013

Mr. Walter D. Spencer

Purchase Manager

Bandung Continental Hotel

14 Jln Papandayan

Bandung 20001

Jawa Barat

 

Dear Mr. Walter,

 

 

Subject: Purchase order No. 326T

 

Thank you for your letter of 4 April, enclosing your catalogue, price-list, and terms of payment.

We have studied your catalogue very carefully and are very pleased with the quality of the typewriters you offered.

We enclose our hotel purchase order and shall pay for the typewriters by banker’s transfer on receipt of your pro-forma invoice.

 

Yours sincerely,

 

Reza Firdaus

Marketing Manager

 

Enc : 1

 

Task 2 : Contoh Surat Block Style

0

INTERNATIONAL GARMENT CORPORATION OF INDONESIA

Jln. Panglima Polem Raya No.21

SURABAYA 10012

INDONESIA

Ref : LR/LG/14F                                                                 11th April, 2013

Mr. Walter D. Spencer

Purchase manager

Bandung Continental Hotel

14 Jln. Papandayan

Bandung 20001

Jawa Barat

 

Dear Mr. Walter,

We have pleasure in sending you a copy of our catalogue, price-list and term of payment for order towel which designed specially for your hotel guest.

We are able to other a special discount of a 15 percent on all orders above Rp.15,000,000.00.

We are offering an article of the highest quality at a very reasonable price and hope you will take opportunity to try it.

Yours Sincerely,

Reza Firdaus

                                Marketing Manager

Encl ; 3

Tugas Bahasa Iggris bisnis 2 ( full block style )

0

 CAMBRIDGE ELECTRONIC CORPORATION

231 Blackmore Street
New York, N.Y. 20011 USA

 

Ref  :  JS/LL/12B
17th April, 2013
Messrs. Jhonson Smith & Carlton Ltd
Managing Director
16 Fifth Avenue Street
Los Angeles, USA
Dear Sirs,
We have to remind you that your account for televisions ordered on 12 February has not yet been paid. Discount cannot now be allowed.
You will remember that we went to some trouble to meet your delivery date, and we are sure that you would not wish to inconvenience us by delaying your payment
A copy of the statement is enclosed, and we shall be glad to receive your cheque by return.
Your faithfully,
Reza Firdaus

Managing Director.

PUNYA IMPIAN SAJA TIDAK CUKUP

0

Impian adalah  sesuatu hal yang ingin kita raih,kita dapatkan atau kita capai, berbeda dengan cita-cita. Sedangkan cita-cita adalah sesuatu yang ingin kita capai di sertai dengan perencanaan dan tindakan untuk mencapainya. Dari pengertian tersebut dapat kita bedakan antara mimpi dengan cita-cita.

Dalam meraih kesukses tidak cukup kalau kita hanya punya impian, perlu yang namanya perencanaan yang matang serta tindakan nyata untuk mencapainya. Nah disini saya akan memberikan cara untuk merencanakan sebuah impian dan cara untuk melakukan tidakan nyata yang harus dilakukan.

Banyak diantara kita yang sudah mempunya impian diseratai dengan rencana dan tidakanyata tapi belum menemukan kesuksesan. Ada beberapa penyebab kesuksesan belum bisa diperoleh,diantaranya adalah:

1.      Tidak mempunyai tujuan yang jelas dan spesifik

Layaknya sebuah perjalanan kita perlu alamat tujuan yang jelas untuk memudahkan kita dalam menentukan kendaraan,jalan yg harus ditempuh,persiapan yang harus di siapkan dan hal-hal lain yang di perlukan. Seperti itu juga dengan merencanakan sebuah impian, kita harus membuat sebuah rencana yang jelas dan teerperinci. Semakin jelas atau terperinci impian kita semakin mudah dalam mencapainya.tuliskan tujuan utamanya dan komponen-komponen   yang perlu disiapkan baru setelah itu buat rencana kerja yang harus dilakukan.

2.      Tidak mempunyai gairah untuk meujutkanya.

 Hal ini berhubungan dengan motifasi kita untuk meraihnya,kita butuh motifasi atau gairah untuk mencapai suatu tujuan, motifasi terbaik itu adalah keadaan kepept,karena dalam keadaan kepept setiap orang di paksa untuk berkata “saya harus bisa”. Dalam kondisi seperti ini orang akn terpacu untuk melakukan hal yang harus dilakukan dan dalam keadaan seperti ini semua potensinya akan kelur. Pertanyaanya bagai mana kalau kita tidak dalam keadaan kepepet? Tentu vcara yang paling gampang adalah dengan memberanikan diri untuk langsung terjun kedalam masalah, atau sebagai contoh kita mempunyai impian untuk membuka usaha,langsung saja mencari tempat yamg bisa disewa dan langsung nyatakan kepada pemilik kalau kita akan menyewa tempatnya walaupun belum mempunyai persiapan yang lain. Dengan kondisi seperti ini kita akan terpacu untuk mempersiapkan langkah-langkah yang perluv di persiapkan. Cara ini sebenarnya bukan cara yang di anjurkan banyak orang,tapi cara ini bisa jadi alternatif bagi kita yang tidak punya motifasi dalam mencapai impianya dan tidak jarang orang yang sukses dalam bidang apapun dengan menggunakan cara ini.

3.      Tidak ada deadline.

Dalam mencapai impian kita perlu membuat batas-batas atau target kerja yang sudah di rencanakan,tampa adanya target impian sering tertunda bahkan tidak pernah terwujud. Deadline ini di buat untuk mensiasati sifat manusia yang senag menunda-nunda pekerjaan.sekali ada pekerjaan yang tertunda maka pekerjaan selanjutnya akan mengalami hal yang sama,yang berakibat kita gagal mencapai impian.

4.      Tidak focus terhadap tujuanya.           

Tidak ada salahnya jika kita mempunyai banyak keinginan atau banyak, tapi ada baiknya kita fokus ke satu impian dulu. Tujuanya adalah supaya kita bisa membuat persiapan dan tidakan yang maksimal. Sebagai contoh dalam olah raga,tidak pernah kita temukan atlit propesional yang menguasai lebih dari satu cabang olah raga.seperti itu juga dengal impian lainya. Mendalami hanya dalam satu bidang akan menjadikan kita menjadi orang yang mempunyai keahlian di atas rata-rata dalam bidang tersebut. Tapi bukan berarti kita tidak boleh mempelajari ilmu lain, kita memang harus mempunyai atau mempelajari ilmu lain selama tidak menggeser focus yang sudah kita buat. Kadang kita juga terjebak dengan impian yang terlalu tinggi yang mengakibatkan kita malas untuk mengejarnya karena sulit. Seperti yang kita ketahui bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar kita harus melakukan langkah-langkah kecil terlebih dahulu. Semua harus dilakukan dengan bertahap supaya mudah melakukanya dan kita lebih bersemangat untuk menggapainya.

 

 

 

 

TUGAS SOFTSKILL ETIKA BISNIS 2

0

Tugas 2 Etika Bisnis

Halaman ini berisi tugas tentang bagaimana si penulis (saya) diumpamakan sebagai Manager dari sebuah band yang mempunyai dua album dan sudah masuk dalam chart musik nasional, Sebagai manajer: bagaimana saya harus mengembangkan karier band ini dengan tidak melanggar etika bermusik dan etika lainnya?

Sebelum hal tersebut dilakukan, yang pertama harus dilakukan adalah mencermati serta menganalisis referensi yang telah diberikan Dosen Softskill.

  1. Analisis video clip Watch “platinoem.mp4″ on YouTube
  2. Analisis video clip Watch “Platinoem Biarkanlah” on YouTube
  3. Analisis video clip Watch “PLATINOEM_the winner.mp4″ on YouTube
  4. Analisis video clip Watch “Platinoem ft Rindu AFI – Indah” on YouTube

Dari analisis diatas diambil kesimpulan bahwa ada nilai-nilai etika yang perlu dicermati dalam bermusik oleh pengelola Band. Hal itu adalah sebagai berikut:

  1. Etika penggunaan lagu orang lain” setiap Band yang menggunakan lagu orang lain membutuhkan izin si-pencipta lagu dan memberikan royalti kepadanya. Namun karena di sini Mas Yovie Widianto merupakan bagian dari Band Platinoem ini tentu saja izin dalam menggunakan lagu sudah tidak perlu dibahas lagi karena di kasus ini lagu orang lain yang di maksud adalah lagu  Mas Yovie Widianto.
  2. Etika penggunaan lirik “dalam sebuah lirik yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kata-kata yang mengarah kepada hal-hal negatif,karena dalam sebuah lirik akan didengar semua orang dan akan selalu teringat di benak pendengarnya,dimana hal yang awalnya sebuah lagu dengan berjalanya waktu hal itu akan berubah menjadi kenyataan atau budaya.
  3. Etika yang perlu ditanamkan kepada setiap personil Band, bahwa setiap personil mempunyai peran penting dalam maju mundurnya sebuah Band,untuk itu semua bertanggung jawab penuh dalam menjaga nama baik dan menjaga kekompakan Band tersebut. Jangan ada yang merasa paling pentin dan janga juga ada yang merasa dianggap tidak penting.

SARAN

Sedikit masukan dari saya bahwa Band Platinoem bukan  band amatiran,artinya setiap personil menguasai bidangnya, hanya saja konsep yang digunakanya masih sama dengan Band yang sudah ada. Kita tau bahwa sekarang adalah zaman konseptual, dimana konsep yang menarik bisa saja mengalahkan kualitas, ini di sebabkan penikmat music membutuhkan sesuatu yang berbeda, dan hal terpenting lainnya adalah membangun karisma setiap personilnya dengan banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya cara yaitu semua personil harus melakukan pendekatan yang berbeda. Dalam sebuah konser yang ditanyakan calon pendengar bukan apa lagu yang akan dibawakanya nanti,tapi siapa yang akan tampil di sebuah konser tersebut.

Tugas softskill Etika Bisnis

0

TUGAS ETIKA BISNIS 2

ETIKA BISNIS

1.      Sebutkan secara jelas pengertian dari  etika dan moralitas

Etika : Istilah etika, moral dan moralitas seringkali digunakan secara bergantian. Meskipun etika dan moral tersebut hampir sama, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Sebelum membicarakan perbedaannya, kita tinjau terlebih dahulu pengertian etika dan moral.
Istilah “etika” berasal dari Yunani kuno,ethos. Kata ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kebiasaan, adat,  watak, perasaan, sikap, cara berpikir dll. Jadi secara etimologis “etika” berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan/ilmu tentang adat kebiasaan, adat. Jadi etimologi kata etika sama dengan moral yang berarti adat kebiasaan. Etika merupakan cabang dari filsafat yang berkaitan dengan studi tentang prinsip-prinsip dan tindakan-tindakan moral. De George dikutip oleh kridawati (2004:2) mendefinisikan sebagai berikut: etika adalah suatu usaha yang sistematis dengan menggunakan penalaran untuk memberikan arti bagi pengalaman-pengalaman moral pribadi dan social untuk menentukan aturan-aturan yang menuntun perilaku manusia. Etiket, asal kata etiquette (Perancis), yaitu tata cara dan tatakrama yang baik dalam tingkah laku. Etiket adalah sekumpulan aturan-aturan kesopanan yang tidak tertulis namun sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang ingin sukses dalam perjuangan hidup, persaingan dan pergaulan. Etiket didukung oleh berbagai nilai, yaitu : Nilai-nilai kepentingan umum, Nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, kebaikan, Nilai-nilai kesejahteraan, Nilai-nilai kesopanan, harga-menghargai, Nilai diskresi (discretion=pertimbangan) penuh pikir, mampu membedakan sesuatu yang patut dirahasiakan dan yang boleh dikatakan / tidak dirahasiakan.

Moral dalam pengertiannya yang umum menaruh penekanan kepada karakter dan sifat-sifat individu yang khusus, diluar ketaatan kepada peraturan. Maka moral merujuk kepada tingkah laku yang bersifat spontan seperti rasa kasih, kemurahan hati, kebenaran jiwa, dan sebagainya, yang kesemuanya itu tidak terdapat dalam peraturan-peraturan hukum. Sedangkan moralitas mempunyai makna yang lebih khusus sebagai bagian dari etika. Moralitas berfokus kepada hukum-hukum dan prinsip-prinsip yang absrak dan bebas. Orang yang menginkari janji yang telah diucapkannya dapat dianggap sebagai orang yang tidak dapat dipercaya atau tidak etis tetapi bukan berarti tidak bermoral, tekanannya disini adalah pada unsur  keseriusan pelanggaran yang dilakukan. Secara epistemologis etika, moral dan moralitas memiliki pengertian yang sama namun ketiganya dapat dibedakan. Etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan atau moral. Sedangkan moral adalah hal-hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang baik sebagai kewajiban atau norma. Di samping itu etika lebih banyak dikaitkan dengan prinsip-prinsip moral yang menjadi landasan bertindak seseorang yang mempunyai profesi tertentu. Sebaliknya moral lebih tertuju pada perbuatan orang secara individual,moral mempersoalkan kewajiban manusia sebagai manusia. Dengan demikian nampaklah walaupun terdapat sedikit perbedaan, keterkaitan antara etika dan moral sangatlah erat.

Moralitas dimaksudkan untuk menentukan sampai sejauhmana seseorang memiliki dorongan untuk melaksanakan tindakan-tindakannya sesuai dengan prinsip-prinsip etika dan moral. Dalam hal ini latar belakang budaya, pendidikan, pengalaman dan karakter individu adalah sebagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat moralitas seseorang. Tingkat moralitas ini tidaklah diukur perbedaannya secara hitam putih, tetapi diukur dari kadar /kuat tidaknya dorongan seseorang itu untuk mencari kebenaran atau kebaikan. Jadi sekali lagi moralitas berkenaan dengan nilai-nilai etika dan moral yang terdapat di dalam hati nurani seseorang beserta internalisasi nilai-nilai itu dalam dirinya.

      

2.      Sebutkanlah macam-macam norma dan sebutkan pula pengertiannya masing-masing secara lengkap

Norma agama adalah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.

Norma Kesusilaan adalah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.

Norma Kesopanan adalah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian.

Norma Hukum adalah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara.

3.        Terangkan secara lengkap mengenai “teori etika”

Pengertian Etika

Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”. Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma agama, norma moral dan norma sopan santun.

  •  Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan
  •  Norma agama berasal dari agama
  •  Norma moral berasal dari suara batin.
  •  Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari  etika

Fungsi Etika

  1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
  2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
  3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme

4.      Secara umum etika di bagi menjadi ? jelaskan secara rinci

Etika itu di bagi tiga, yaitu:

  1. Etika    Deskriptif
    Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.
  2. Etika    Normatif
    Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan      menjadi (3) jenis     definisi, yaitu sebagai berikut:

  1. Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
  2. Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia   dalam kehidupan bersama.
    Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
  3. Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif

5.       Jelaskan mengenai mitos bisnis amoral

Mitos Bisnis Amoral

Sebagian besar pendapat mengatakan bahwa bisnis dengan moral tidak ada hubungannya sama sekali, etika sangat bertentantangan dengan bisnis dan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis, karenanya pelaku bisnis tidak diwajibkan mentaati norma, nilai moral, dan aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungan bisnis perusahaan. Hal ini yang menyebabkan pendapat diatas belum tentu benar, bahkan sebagian besar pendapat lain mengatakan bahwa bisnis dengan moralitas memiliki hubungan yang sangat erat, etika harus dipraktekkan langsung dengan kegiatan bisnis dan membuat perusahaan bisa bersaing secara sehat karena memegang komitmen, prinsip yang terpercaya terhadap kode etis, norma, nilai moral, dan aturan-aturan yang dianggap baik dan berlaku dalam lingkungan bisnis perusahaan. Sebelum bisnis dijalankan, perusahaan – perusahaan wajib memenuhi persyaratan secara legal sesuai dengan dasar hukum dan aturan yang berlaku, tetapi apakah bisnis dapat diterima secara moral.

Persaingan dunia bisnis yang modern saat ini, perusahaan telekomunikasi dapat mengutamakan etika bisnis, yaitu : pelaku bisnis di tuntut menjadi orang yang profesional di bidang usahanya (dalam hal ini bidang yang profesional ialah bidang telekomunikasi) yang meliputi kinerja dalam bisnis, manajemen, kondisi keuangan perusahaan, kinerja etis dan etos bisnis yang baik. Perusahaan dapat mengetahui bahwa konsumen adalah raja, dengan ini pihak perusahaan dapat menjaga kepercayaan konsumen, meneliti lebih lanjut lagi terhadap selera dan kemauan konsumen serta menunjukkan citra (image) bisnis yang etis dan baik. Peran pemerintah yang menjamin kepentingan antara hak dan kewajiban bagi semua pihak yang ada dalam pasar terbuka, dengan ini perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis. Perusahaan modern menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang harus di eksploitasi demi mencapai keuntungan perusahaan. Selain men=mperhatikan keutamaan etika bisnis, sasaran dan lingkup etika bisnis juga harus diperhatikan, seperti : Tujuan perusahaan melakukan bisnis adalah untuk mengajak pelaku bisnis agar dapat menjalankan bisnisnya sesuai dengan etika dan bisnis yang baik. Menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, kaaryawan, dan pelaku bisnis akan kepentingan dan hak mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga. Etika bisnis juga membicarakan system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya bisnis dijalankan

6.      Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip etika bisnis

Etika Bisnis

  1. Etika Bisnis itu dibangun berdasarkan etika pribadi: Tidak ada perbedaan yang tegas antara etika bisnis dengan etika pribadi. Kita dapat merumuskan etika bisnis berdasarkan moralitas dan nilai-nilai yang kita yakini sebagai kebenaran.
  2. Etika Bisnis itu berdasarkan pada fairness. Apakah kedua pihak yang melakukan negosiasi telah bertindak dengan jujur? Apakah setiap konsumen diperlakukan dengan adil? Apakah setiap karyawan diberi kesempatan yang sama? Jika ya, maka etika bisnis telah diterapkan.
  3. Etika Bisnis itu membutuhkan integritas. Integritas merujuk pada keutuhan pribadi, kepercayaan dan konsistensi. Bisnis yang etis memperlakukan orang dengan hormat, jujur dan berintegritas. Mereka menepati   janji dan melaksanakan  komitmen.
  4. Etika Bisnis itu membutuhkan kejujuran. Bukan jamannya lagi bagi perusahaan untuk mengelabuhi pihak lain dan menyembunyika cacat produk. Jaman sekarang adalah era kejujuran. Pengusaha harus jujur mengakui keterbatasan yang dimiliki oleh produknya.
  5. Etika Bisnis itu harus dapat dipercayai. Jika perusahaan Anda terbilang baru, sedang tergoncang atau mengalami kerugian, maka secara etis Anda harus mengatakan dengan terbuka kepada klien atau stake-holder Anda.
  6. Etika Bisnis itu membutuhkan perencanaan bisnis. Sebuah perusahaan yang beretika dibangun di atas realitas sekarang, visi atas masa depan dan perannya di dalam lingkungan. Etika bisnis tidak hidup di dalam ruang hampa. Semakin jelas rencana sebuah perusahaan tentang pertumbuhan, stabilitas, keuntungan dan pelayanan, maka semakin kuat komitmen perusahaan tersebut terhadap praktik bisnis.
  7. Etika Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Etika juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll. Singkatnya, ruang lingkup etika     bisnis   itu        universal.
  8. Etika Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh. Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang      beretika.
  9. Etika Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang beretika harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Etika menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan  dapat   dilaksanakan   dalam  pekerjaan         sehari-hari.
  10. Etika Bisnis itu dimulai dari pimpinan. Ada pepatah, “Pembusukan ikan dimulai dari kepalanya.” Kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap corak lembaga. Perilaku seorang pemimpin yang beretika akan menjadi teladan bagi anak buahnya.

7.      Sebutkan dan jelaskan mengenai kelompok stakeholder

Kelompok Stakeholder

Untuk keperluan manajemen dan pengambilan keputusan, sosiolog akan sering perlu untuk mengidentifikasi “primer” dan “sekunder” stakeholder. Pemangku kepentingan utama dapat didefinisikan sebagai mereka yang memiliki kepentingan langsung dalam sumber daya, baik karena mereka bergantung pada itu untuk mata pencaharian mereka atau mereka terlibat langsung dalam eksploitasi dalam beberapa cara. Pemangku kepentingan sekunder akan menjadi orang-orang dengan minat yang lebih tidak langsung, seperti mereka yang terlibat dalam lembaga atau instansi terkait dengan pengelolaan sumber daya atau orang-orang yang tergantung setidaknya sebagian pada kekayaan atau bisnis yang dihasilkan oleh sumber daya.

Konsep stakeholder tidak hanya untuk memperpanjang mereka yang terlibat langsung dalam eksploitasi sumber daya tetapi meluas ke semua orang yang berasal dari beberapa bentuk manfaat dari sumber daya atau daerah di mana ia ditemukan. Dalam kasus sumber daya laut, hal ini dapat mencakup nelayan, semua pihak yang terlibat dalam pengolahan dan penjualan ikan, ikan konsumen, wisatawan di daerah, operator transportasi dan penumpang mereka, industri menggunakan air atau polusi itu, orang yang terlibat dalam kehutanan di hutan mangrove daerah, dan sejumlah kelompok atau individu lain yang memiliki kepentingan marginal lebih.Setidaknya untuk kelompok-kelompok yang diidentifikasi sebagai memiliki kepentingan yang signifikan atau berasal manfaat penting, analisis sosiologis harus melihat prioritas dan motivasi, proses pengambilan keputusan dan lembaga-lembaga, dan memahami hubungan sosial, ekonomi dan budaya antara masing-masing kelompok dan sumber daya.

Setidaknya pada awalnya, istilah “stakeholder” harus ditafsirkan dalam arti seluas-luasnya. Kelima tingkat analisis sudah dibahas semua perlu dianggap sebagai faktor yang mungkin menentukan kelompok stakeholder atau mempengaruhi karakteristik dari kelompok-kelompok. Jenis kelamin, usia, afiliasi komunitas, tingkat rumah tangga dan hubungan struktur produksi-unit semua kemungkinan untuk mempengaruhi keterlibatan dalam atau tingkat ketergantungan pada perikanan tertentu.

Seperti dalam kasus beberapa nelayan kasta di Asia Selatan, seluruh masyarakat dapat bergantung pada perikanan tertentu dengan mengesampingkan dekat sumber mata pencaharian lain. Dalam kasus seperti kelompok yang relatif homogen dari stakeholder dengan lebih atau kurang seragam “saham” dalam sumber daya dapat dengan mudah diidentifikasi. Tapi, lebih umum, berbagai faktor sosial, budaya dan ekonomi bertanggung jawab untuk menentukan pola yang lebih kompleks stakeholding dengan faktor-faktor seperti denominasi agama, latar belakang etnis, status sosial dan ekonomi, kegiatan profesional, panjang tinggal dan berpindah atau pengungsi Status semua memainkan peran.

Dalam rumah tangga, isu-isu lain bertanggung jawab untuk dipertaruhkan – peran perempuan, derajat mereka mobilitas dan panggung dalam siklus pengembangan rumah tangga semua bisa menjadi relevan.

Anggota yang berbeda dari unit produksi juga akan memiliki kepentingan yang berbeda dan saham di sumber daya sesuai dengan manfaat yang mereka peroleh dari penggunaannya. Pemilik alat tangkap dan kerajinan yang merupakan investasi besar yang bertujuan untuk mengeksploitasi perikanan tertentu akan memiliki saham yang berbeda dalam sumber daya dibandingkan dengan awak yang hanya dapat bekerja musiman di perikanan dan dapat pindah ke perikanan lain atau sektor lain relatif mudah.

Isu gender

Perempuan bertanggung jawab untuk membentuk kelompok yang berbeda dari para pemangku kepentingan di perikanan kebanyakan dan perempuan dari latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda juga mungkin memiliki kepentingan yang berbeda dan berbeda. Perhatian khusus perlu diberikan pada perikanan di mana akses relatif mudah, seperti perikanan dataran banjir atau rawa pesisir perikanan, karena mungkin ada keterlibatan cukup penting perempuan yang tidak selalu sangat jelas dan yang harus diselidiki secara khusus.

Usia isu

Demikian juga, perhatian harus dibayarkan kepada kelompok usia tertentu yang mungkin merupakan kepentingan stakeholder bijaksana. Orang-orang tua mungkin bergantung pada akses ke “mudah” perikanan yang perikanan manajer mungkin ingin melihat dikendalikan. Anak-anak bisa membuat kontribusi yang signifikan terhadap pasokan pangan keluarga dengan memancing sesekali dan keprihatinan dari kelompok-kelompok ini dapat dengan mudah diabaikan.

Masyarakat

Masyarakat umumnya lebih mudah untuk mengidentifikasi dan menangani daripada kelompok pemangku kepentingan ditentukan oleh usia dan jenis kelamin karena mereka lebih mudah diidentifikasi oleh anggota mereka. Namun, sering ada taruhannya sangat berbeda dipegang oleh anggota masyarakat yang berbeda yang harus diklarifikasi dan diperhitungkan. Pemimpin mungkin berkaitan dengan sumber daya dan penggunaannya sebagai kontrol akses ke sumber daya akan menambah prestise pribadi mereka. Masyarakat secara keseluruhan mungkin memiliki masalah serupa dan ingin meningkatkan prestise mereka dalam hubungannya dengan kelompok lainnya. Pada saat yang sama, berbagai anggota masyarakat mungkin bergantung dengan cara yang jauh lebih konkret dan mendasar pada akses mereka ke sumber daya perikanan untuk mata pencaharian mereka.

Rumah tangga

Dalam beberapa kasus, rumah tangga mungkin memiliki kepentingan yang berbeda dalam sumber daya yang dapat dibedakan dari orang-orang dari komunitas atau kelompok lain taruhannya.

Produksi unit

Berbagai jenis unit produksi dan anggota mereka biasanya akan mewakili kelompok stakeholder jelas berbeda. Unit operasi gigi statis besar seperti bagnets ditetapkan di wilayah pesisir memiliki minat khusus dalam akses stabil seperti gigi mereka tidak bergerak dan hanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu. Artisanal unit kecil dengan menggunakan berbagai skala kecil alat tangkap, seperti pukat, perangkap dan garis yang lebih mudah beradaptasi dan keprihatinan mereka bertanggung jawab untuk menjadi berbeda. Kesadaran variasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa set yang berbeda dari kepentingan produsen ‘sedang diperhitungkan. 

Lainnya pengguna air

Grup tidak terlibat dalam perikanan, tetapi memanfaatkan sumber daya air juga perlu diperhitungkan sebagai stakeholder penting ketika berhadapan dengan sumber daya air. Dalam perikanan air tawar, petani menggunakan air untuk irigasi akan sering memegang pengaruh yang lebih besar dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana air diatur daripada berstatus rendah nelayan. Demikian pula, mereka yang terlibat dalam transportasi air mungkin perlu dipertimbangkan ketika rencana sedang dibuat untuk perikanan.

Semakin, wisatawan dan mereka yang terlibat dalam sektor pariwisata merupakan pemangku kepentingan yang penting dalam pengelolaan perikanan karang tropis sebagai potensi pendapatan dari menyelam dan snorkeling bisa lebih dari yang berasal dari ikan. Namun, manfaat dari kedua perbedaan penggunaan sumber daya yang sama akan sering disalurkan dengan cara yang sangat berbeda.

8.      Sebutkan kriteria dan prinsip etika utilitarianisme, sebutkan pula nilai positif dan kelemahannya

Utilitarianisme dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1784 – 1832). Dalam ajarannya Ultilitarianisme itu pada intinya adalah “ Bagaimana menilai baik atau buruknya kebijaksanaan sospol, ekonomi dan legal secara moral” (bagaimana menilai kebijakan public yang memberikan dampak baik bagi sebanyak mungkin orang secara moral).

Etika Ultilitarianisme, kebijaksanaan dan kegiatan bisnis sama – sama bersifat teologis. Artinya keduanya selalu mengacu pada tujuan dan mendasar pada baik atau buruknya  suatu keputusan.

Keputusan Etis            = Utilitarianisme
Keputusan Bisnis        = Kebijakan Bisnis

Ada dua kemungkinan dalam menentukan kebijakaan publik yaitu kemungkinan diterima oleh sebagian kalangan atau menerima kutukan dari sekelompok orang atas ketidaksukaan atas   kebijakan  yang dibuat.

Bentham menemukan dasar yang paling objektif dalam menentukan kebijakan umum atau publik yaitu : apakah kebijakan atau suatu tindakan tertentu dapat memberikan manfaat atau hasil yang berguna atau bahkan sebaliknya memberi kerugian untuk orang – orang tertentu.

Kriteriadan Prinsip Utilitarianisme
Ada tiga kriteria objektif dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai kebijaksanaan     atau     tindakan.

  1. Manfaat : bahwa kebijkaan atau tindakan tertentu dapat mandatangkan manfaat atau kegunaan tertentu.
  2. Manfaat terbesar : sama halnya seperti yang di atas, mendatangkan manfaat yang lebih besar dalam situasi yang lebih besar. Tujuannya meminimisasikan kerugian sekecil mungkin.
  3. Pertanyaan mengenai menfaat : manfatnya untuk siapa? Saya, dia, mereka atau kita.

Kriteria yang sekaligus menjadi pegangan objektif etika Utilitarianisme adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. Dengan kata lain, kebijakan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut Utilitarianisme adalah kebijakan atau tindakan yang membawa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau tindakan yang memberika kerugian bagi sekecil orang / kelompok tertentu.

Atas dasar ketiga Kriteria tersebut, etika Utilitarianisme memiliki tiga pegangan yaitu:

  1. Tindakan yang baik dan tepat secara moral
  2. Tindakan yang bermanfaat besar
  3. Manfaat yang paling besar untuk banyak orang.

Dari ketiga prinsip di atas dapat dirumuskan sebagai berikut :
“ bertindaklah sedemikian rupa, sehingga tindakan itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak orang mungkin”.

Nilai positif     etika ultilitarinisme
etika ultilitarinisme tidak memaksakn sesuatu yang asing pada kita. Etika ini justru mensistematisasikan dan memformulasikan secara jelas apa yang menurut penganutnya dilakukan oleh kita sehari–hari.

  1. Kelemahan etika ultilitarinisme
    Manfaat merupakan sebuah konsep yang begitu luas sehingga dalam praktiknya malah menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. Kaarena manfaat manusia berbeda yang satu dengan yang lainnya.
  2. Persoalan klasik yang lebih filosofis adalag bahwa etika ultilitarinisme tidak pernaah menganggap serius suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai dari suatu tindakan sejauh kaitan dengan akibatnya. Padahal, sangat mungkin terjadi suatu tindaakan pada dasarnya tidak baik, tetapi ternyata mendatangkan keuntungan atau manfaat
  3. etika ultilitarinisme tidk pernah menganggap serius kemauan atau motivasi baik seseorang
  4. variable yang dinilai tidaak semuanya bisa dikuantifikasi. Karena itu sulit mengukur dan membandingkan keuntungan dan kerugian hanya berdasarkan variable yang ada.
  5. Kesulitan dalam menentukan prioritas mana yang paling diutamakan.
  6. Bahwa etika ultilitarinisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingn mayoritas. Yang artinya etika ultilitarinisme membenarkan penindasan dan ketidakadilan demi manfaat yang lebih bagi sekelompok orang.

9.      Sebutkan syarat bagi tanggung jawab moral, status perusahaan, serta argumen yang mendukung dan menentang perlunya keterlibatan sosial perusahaan

Syarat dan Tanggung Jawab

  1. Syarat bagi Tanggung Jawab Moral
  2. Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional
  3. Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya
  4. Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu

Status Perusahaan

Terdapat dua pandangan (Richard T. De George,Business Ethics, hlm.153), yaitu:

  1. Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu ada hanya berdasarkan hokum
  2. Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif

Tanggung jawab sosial perusahaan hanya dinilai dan diukur berdasarkan sejauh mana perusahaan itu berhasil mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya (Milton Friedman,The Social Responsibilities of Business to Increase Its Profits,New York Times Magazine,13-09-1970)

  1. Anggapan bahwa perusahaan tidak punya tanggung jawab moral sama saja dengan mengatakan bahwa kegiatan perusahaan bukanlah kegiatan yang dijalankan oleh manusia
  2. Tanggung jawab moral perusahaan dijalankan oleh staf manajemen
  3. Tanggung jawab legal tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral

Sesungguhnya, pada tingkat operasional bukan hanya staf manajemen yang memikul tanggung jawab sosial dan moral perusahaan ini, melainkan seluruh karyawan.

Lingkup Tanggung jawab Sosial

Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas

Keuntungan ekonomis

Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

  1. Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
  2. Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
  3. Biaya Keterlibatan Sosial
  4. Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

  1. Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
  2. Terbatasnya Sumber Daya Alam
  3. Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
  4. Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
  5. Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
  6. Keuntungan Jangka Panjang

 

http://gunawancorleone.blogspot.com/2011/12/1.html

http://rinaeka12.blogspot.com/2009/11/etika-utilitarianisme.html

http://tiwi-audiovage.blogspot.com/2010/12/tanggung-jawab-sosial-perusahaan.html

http://nitha-lian.blogspot.com/2010/11/pengertian-dan-teori-etika.html